Thursday, May 19, 2016

Tuduhan Islam disebar melalui pedang

Berikut Jawaban Dr. Zakir Naik !


Keluhan umum di kalangan non muslim adalah Islam tidak akan memiliki jutaan penganut di seluruh dunia, sekiranya ia tidak disebarkan dengan menggunakan kekerasan. Poin-poin berikut akan menjelaskan bahwa selain di sebarkan dengan pedang, kekuatan kebenaran, nalar, dan logikalah yang menyebabkan penyebaran Islam menjadi pesat.




  1. Islam bererti damai
    Islam berasal dari akar kata salaam yang bererti damai. Selain itu juga bererti penyerahan kehendak seseorang kepada Allah. Dengan demikian Islam adalah agama kedamaian yang diperoleh dengan penyerahan kehendak seseorang kepada kehendak Allah.

  2. Terkadang kekerasan harus digunakan untuk memelihara kedamaian
    Tidak setiap orang di dunia mendukung perdamaian dan harmoni. Ada banyak orang yang akan merosak kedamaian demi kepentingan mereka sendiri. Ada kalanya kekerasan harus digunakan untuk memelihara kedamaian. Contohnya polis yang menggunakan kekerasan terhadap para penjahat dan anasir anti-masyarakat menjaga kedamaian di suatu negara.


Islam menjunjung tinggi kedamaian. Pada saat yang sama, Islam mendesak para pengikutnya untuk menentang penindasan di mana pun berada. Penentangan terhadap penindasan di mana pun berada. Perlawanan terhadap penindasan mungkin terkadang menghendaki penggunaan kekerasan. Dalam Islam, kekerasan hanya boleh dipakai untuk menjunjung kedamaian dan keadilan.




  1. Pendapat sejarawan De Lacy O’Leary
    Jawaban terbaik dari kekeliruan pandangan bahwa Islam disebarkan dengan pedang diberikan oleh sejarawan terkemuka De Lacy O’Leary dalam ‘Islam at the Cross Road’ halaman 8.


De Lacy O’Leary says about this topic in his book "Islam at the Crossroads" (London, 1923, page 8): "History makes it clear however, that the legend of fanatical Muslims sweeping through the world and forcing Islam at the point of the sword upon conquered races is one of the most fantastically absurd myth that historians have ever repeated."


“Sejarah menjelaskan”, katanya, “Bagaimanapun juga bahwa legenda tentang orang-orang Islam fanatik menyapu dunia dan memaksakan Islam sampai menggunakan pedang atas bangsa-bangsa yang ditaklukkan adalah mitos luar biasa fantastis yang pernah diulang-ulang para sejarawan”.




  1. Kaum muslimin memerintah Sepanyol selama 800 tahun
    Kaum muslimin memerintah Sepanyol selama sekitar 800 tahun. Kaum muslimin di Sepanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa orang berpindah agama. Setelah itu, kaum salibis datang ke Sepanyol dan hampir membunuh bersih kaum muslimin. Tidak ada seorang muslim pun di Spanyol yang dibenarkan mengumandangkan azan. 

  2. 14 juta orang Arab adalah Kristen Koptik
    Kaum muslimin adalah penguasa tanah Arab selama 1400 tahun. Selama beberapa tahun Inggris berkuasa dan beberapa tahun juga Perancis berkuasa. Secara keseluruhan, kaum muslimin berkuasa di tanah Arab selama 1400 tahun. Namun, saat ini ada 14 juta orang arab yang memeluk Kristen koptik selama ratusan generasi. Apabila orang Islam menggunakan pedang, tentu tidak ada satupun orang Arab yang tetap beragama Kristen.

  3. Terdapat lebih dari 80% non muslim di India
    Kaum muslimin memerintah India selama sekitar 1000 tahun. Kalau mereka mau, mereka punya kekuatan untuk membuat setiap non muslim India masuk Islam. Kini, lebih dari 80% penduduk India adalah non muslim. Semua orang India non muslim itu adalah saksi bahwa Islam tidak disebarkan dengan pedang.

  4. Indonesia dan Malaysia
    Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan majoriti penduduk Malaysia adalah muslim. Orang boleh bertanya, “Pasukan muslim mana yang menyerbu Indonesia dan Malaysia?”.

  5. Pesisir Timur Afrika
    Islam juga tersebar cepat di pesisir timur Afrika. Orang boleh bertanya lagi, jika Islam disebarkan dengan pedang, “Pasukan muslim mana yang menyerbu pesisir timur Afrika?”.

  6. Pendapat Thomas Carlyle
    Sejarawan terkenal, Thomas Carlyle, dalam bukunya “Heroes and Hero Worship” menunjuk pada miskonsepsi tentang penyebaran Islam. “Memang dengan pedang, tapi dimana Anda akan meraih pedang? Setiap opini baru, pada awalnya pastilah sebuah agama minoriti yang ada dalam kepala satu orang saja.


Di situlah agama itu bersemayam. Hanya satu orang saja di dunia ini yang mempercayai dan ia harus melawan agama banyak orang. Bahawa ia menghunus sebilah pedang dan berusaha menyebarkan dengan itu, hal itu tak banyak gunanya bagi dia. Anda harus meraih pedang Anda! Pada umumnya, sesuatu akan menyebarkan diri sebolehnya”.




  1. Tidak ada paksaan dalam agama
    Dengan pedang yang mana Islam disebarkan? Sekalipun kaum muslimin punya pedang, mereka tidak bisa serta merta menggunakannya karena Allah berfirman dalam Al-Qur’an:


لا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ


Artinya :
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat….(QS.Al-Baqarah:256)




  1. Pedang intelektual
    Inilah pedang pengetahuan. Pedang yang menaklukkan hati dan fikiran orang. Dalam surat An-Nahl ayat 125 disebutkan, “Ajaklah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.…..”

  2. Agama dengan peningkatan tertinggi dunia dari 1934 hingga 1984
    Sebuah artikel dalam Reader’s Digest ‘Almanac’, tahun 1986, menyampaikan data statistik tentang peratus peningkatan  agama-agama di dunia dalam setengah abad, yaitu dari 1934-1984. Artikel ini juga dimuat dalam majalah “The Plain Truth“. dalam artikel tersebut, Islam menduduki tempat teratas dengan peningkatan 235%, sedangkan Kristen hanya meningkat 47%. Seseorang mungkin bertanya, perang mana yang terjadi pada abad ini yang membuat jutaan orang masuk Islam?.

  3. Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di Amerika & Eropah
    Saat ini agama yang paling pesat perkembangannya di Amerika dan Eropah adalah Islam. Pedang mana yang memaksa mereka untuk menerima Islam dalam jumlah sebesar itu?

  4. Analisis Dr. Joseph Adam Pearson
    Dr. Joseph Adam Pearson benar ketika mengatakan, “Orang yang khuwatir bahawa senjata nuklear suatu hari nanti akan jatuh ke tangan orang Arab tidak tahu bahwa bom Islam (kedamaian/peace) sudah dijatuhkan. Bom itu jatuh ketika Muhammad dilahirkan.”


 

Al Qa'qa Bin Amr At Tamimi (Seorang pahlawan bersamaan 1000 perajurit)

Al-Qa'qa bin Amir at-Tamimi adalah salah seorang pahlawan gagah berani. Saidina Abu Bakar telah mengelarnya sebagai seorang pahlawan seperti 1000 pahlawan. Saidina Abu Bakar ketika menjadi Khalifah islam yang pertama telah menghantar bantuan tentera kepada Khalid al-Walid dalam menghadapi tentera Parsi, beliau hanya menghantar seorang sahaja tentera iaitu al-Qa'qa bin Amru at-Tamimi.


Namun nama besar dan pahlawan hebat ini memang 'tiada nama' dalam mana-mana peperangan besar dan buku-buku sirah... Terima kasih tak terkira kepada http://pendalaman-tokoh.blogspot.my/ kerana menyiarkan tokoh yang hebat ini. Di bawah ini adalah artikel dari blog tersebut untuk tatapan anda.  Semoga kita mandapat manfaat daripadanya.



Mendengar namanya, para penyamun dari suku-suku Badui di kawasan Jazirah Arab langsung tunggang langgang melarikan diri. Hingga demikian tak satu pun dapat lolos dari kejarannya. Inilah kesatria dari suku Bani Tamim, Al-Qa’qa’ bin Amr At-Tamimi.


     Al-Qaqa bin Amr ini memang dikenal di kalangan kaumnya sebagai kesatria yang hebat. Keahliannya dalam memainkan pedang dan seni perang serta keahliannya berkuda tak ada yang meragukan kemampuannya ini. Inilah keahlian yang menjadi kebanggaan setiap pria di Jazirah Arab. Keahliannyalah yang mengantarkan dirinya menempati posisi terhormat di kalangan kaumnya dan suku-suku lain.


     Pada tahun 9 H, di suasana yang tenang ini, suku-suku Arab terus berbondong-bondong mendatangi Rasulullah di Madinah. Berbaiat menyatakan sumpah setia memeluk Islam, termasuk suku Tamim. Al-Qa'qa' bin Amr yang memang seorang kesatria dan ahli dalam bidang syair di kalangan suku Tami mini, seperti mendapatkan pengalaman baru saat melihat fenomena yang langka ini—bahkan tak pernah terjadi—yang menyejukkan jiwanya di Masjid Nabawi. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an membuatnya tertegun. Inilah awal pengalaman spiritual dari seorang kesatria yang hebat, Al-Qa'qa' bin Amr.


     Maka saat ia bersama rombongan suku Tamim bertatap muka dengan Rasulullah, jiwanya bergetar. Pancaran keagungan Rasul dan untaian katanya mengetuk jiwa Al-Qa'qa' bin Amr. Hatinya pun mulai terbuka untuk menerima hidayah Ilahi. Saat itulah tanpa ragu Al-Qa'qa' bin Amr berikrar dan bersyahadat di depan Rasulullah. Sekembalinya dari Madinah, Al-Qa'qa' bin Amr bersama keluarga dan kaumnya memeluk Islam. Sayang, Al-Qa'qa' bin Amr  tak sempat untuk ikut serta dalam menunaikan ibadah haji wada’ karena harus merawat ibunya yang menderita sakit.


     Namun begitu, hatinya selalu diliputi kerinduan yang mendalam untuk belajar dan mengabdi kepada Rasulullah di Madinah. Sejak berada di Madinah, Al-Qa'qa' bin Amr tak pernah absen untuk menghadiri majelis Rasulullah. Ia sadar dirinya memeluk Islam dengan sangat terlambat.


     Sebagai seorang kesatria suku Tamim, Al-Qa'qa' bin Amr  mendapat tugas melatih seni militer kaum Muslimin di kawasan luar kota Madinah. Inilah pasukan yang dipersiapkan oleh Rasulullah di akhir hayatnya. Sebuah pasukan yang dipimpin sahabat termuda Usamah bin Zaid.


     Namun kebersamaan Al-Qa'qa' bin Amr dengan Rasulullah tak beralangsung lama. Pada tahun 11 H, Rasulullah wafat menghadap Allah Yang Maha Esa. Dan inilah yang membuat dirinya larut dalam kesedihan bersama sahabat-sahabat Rasulullah yang lain.


     Di masa pemerintahan Abu Bakar yang menjadi khalifah pertama dalam Islam ini, Al-Qa'qa' bin Amr  tampil cemerlang di berbagai medan jihad. Hingga akhirnya Al-Qa'qa' bin Amr  menjadi satu-satunya orang  yang dikirim oleh khalifah Abu Bakar sebagai bala bantuan kepada Khalid yang tengah menghadapi kesulitan, karena sebagian besar pasukannya memilih untuk beristirahat daripada berperang melawan Persia. Di sinilah ketangkasan Al-Qa'qa' bin Amr  benar-benar teruji seperti yang dikatakan oleh khalifah Abu Bakar, “Seorang qaqa berbanding dengan 1.000 pasukan.” Kaum Muslimin pun meraih kemenangan gemilang dan berhasil menguasai kawasan Hirah di Iraq.


     Nama Al-Qa'qa' bin Amr  semakin menjadi perbincangan di kalangan kaum Muslimin setelah dirinya membuat gentar pasukan Romawi dalam Perang Yarmuk di Syam. Bersama Ikrimah bin Abu Jahal, Al-Qa'qa' bin Amr  berhasil membakar semangat kaum Muslimin dalam menghadapi pasukan Romawi, hingga akhirnya meraih kemenangan. Kemenangan yang tercatat dalam sejarah Islam sebagai tonggak yang membuka gerbang bagi penaklukan-penaklukan Muslimin di luar Jazirah Arab.


     Pada tahun 13 H, di suasana yang mengharukan ini, khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal dunia menghadap Allah Yang Maha Esa. Selanjutnya, kekhalifahan pun beralih ke tangan Umar bin Al-Khattab yang menjadi khalifah kedua dalam Islam. Amirul Mukminin Umar pun mengirim bala bantuan untuk pasukan Sa’ad bin Abu Waqqash untuk menaklukkan kota Madain, tempat singgasana Raja Persia ini dan sekaligus menjadi ibukota Persia. Amirul Mukminin Umar mengirim Al-Qa'qa' bin Amr  yang tengah berada di Syam yang sedang berperang melawan pasukan Romawi agar bergerak ke Iraq menyusul pasukan yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abu Waqqash.


     Qadisiyah merupakan kawasan yang menjadi gerbang menuju benteng Jalaula yang merupakan benteng kota Madain, ibukota Persia. Di Qadisiyah ini, Kaum Muslimin terlibat pertempuran yang sangat dahsyat melawan pasukan Persia. Al-Qa'qa' bin Amr yang baru tiba di medan qadisiyah ini, langsung menggebrak hingga membuat nyali Persia menjadi ciut.


     Sa’ad bin Abu Waqqash yang tengah menderita sakit dan hanya bisa mengatur pertempuran di sebuah tenda besar, segera memberi perintah kepada Al-Qa'qa' bin Amr dan saudaranya, Asim untuk menangani gajah putih yang selalu membuat kekacauan di barisan kaum Muslimin.


     Benar saja, dengan ketangkasannya Al-Qa'qa' bin Amr dan saudaranya berhasil melempar tombak tepat mengenai sasarannya, yaitu di kedua mata gajah itu. Inilah yang mengawali kemenangan kaum Muslimin dalam perang yang menentukan atas kemenangan melawan pasukan Persia.


     Al-Qa'qa' bin Amr kemudian bergerak ke benteng jalaula yang merupakan gerbang Madain. Di medan jalaula ini, Al-Qa'qa' bin Amr kembali memperlihatkan taringnya sebagai ahli perang. Dia dan pasukannya dari suku Tamim kembali mendobrak musuh hingga membuat Persia terkesima dengan kehebatannya.


     Akhirnya dengan jatuhnya benteng jalaula ini, secara praktis membuat kaum Muslimin dengan mudah menaklukkan kota Istana Putih ini yang merupakan tempat singgasana  Raja Persia. Dengan begitu, secara otomatis negeri yang kaya raya ini jatuh ke tangan kaum Muslimin.


     Al-Qa'qa' bin Amr memang kesatria tanpa tanding. Namun, berkat kecerdasan dan ketulusannya terhadap agama, membuat dirinya semakin mantap dan sempurna. Itulah mengapa khalifah Utsman bin Affan mengangkatnya sebagai seorang gubernur di Armenia. Ketegasannya sebagai pemimpin menjadi modal utamanya untuk berlaku adil dalam menghadapi berbagai masalah yang terjadi di masyarakatnya.


     Sejak wafatnya khalifah utsman bin Affan, Al-Qa'qa' bin Amr tetap setia mengabdi kepada khalifah yang dibaiat kaum Muslimin. Itulah mengapa ia begitu setia menjadi pendamping Ali bin Abu Thalib dan terus mengawal kekhalifahan yang sah yang dibaiat kaum Muslimin.


     Al-Qa'qa' bin Amr adalah orang yang sangat rajin untuk mengasah kemampuan dirinya sehingga dia menjadi orang yang hebat di lapangan. Mungkin Al-Qa'qa' bin Amr tidak dikenal sebagai ahli ilmu dan ahli Al-Qur’an, tetapi Al-Qa'qa' bin Amr benar-benar hadir sebagai orang yang mempunyai keistimewaan di mana orang lain susah mencari keistimewaan itu. Hal itu harus kita miliki, karena kita mungkin tidak menguasai banyak hal, tetapi kuasailah satu hal saja yang menurut kita, kita mampu melakukannya yang dengan itu kelak kita akan dengan mudah menjawab pertanyaan Allah saat kita hadir di hadapan-Nya bahwa kita adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.


     Berakhirnya masa kekhalifahan Hasan bin Ali, dan beralihnya kekhalifan ke tangan Mu’awiyah bin Abu Sufyan, Al-Qa'qa' bin Amr memutuskan untuk mengndurkan diri dan pindah ke wilayah Mesir, hingga ia wafat pada tahun 40 H. Dialah potret Muslim yang sejati yang mengedepankan keberanian, kejujuran, dan ketulusan serta kesetiaannya kepada agama yang diridhai oleh Allah ini dan kepada Rasulullah. semoga Allah meridhaimu wahai Al-Qa'qa' bin Amr.


Kisah al-Qa'qa ini telah difilemkan boleh didapati dalam youtube...ada 32 siri


https://www.youtube.com/watch?v=eh4dPjxI2f8&list=PLd83jqvd9AU_2tEeEI55_V0SR58BvUy6w

Juga ceramah ini tentang al-Qa'qa

Wednesday, May 18, 2016

Matahari terbit dari barat

Matahari terbit dari barat adalah di antara tanda-tanda besar hari kiamat.

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا قُلِ انْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ (158)


Apakah (yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang tidak beriman itu?) mereka tidak menunggu melainkan kedatangan malaikat (yang mencabut nyawa mereka), atau kedatangan (azab) Tuhanmu, atau kedatangan sebahagian dari tanda-tanda Tuhanmu (yang menjadi alamat hari kiamat). Pada hari datangnya sebahagian dari tanda-tanda Tuhanmu itu, tidak berfaedah lagi iman seseorang yang tidak beriman sebelum itu, atau yang tidak berusaha mengerjakan kebaikan mengenai imannya. Katakanlah: "Tunggulah kamu (akan apa yang kamu berhak mendapatnya), dan kami pun sebenarnya menunggu (akan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kepada kami)". Surah al-An'am ayat 158.


لَنْ تَكُونَ – أَوْ لَنْ تَقُومَ – السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ، وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَالدَّجَّالُ، وَعِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ، وَالدُّخَانُ، وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ، خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنَ الْيَمَنِ، مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ، تَسُوقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ 


Tidak akan berlakunya atau tidak akan terjadi kiamat melainkan telah berlakunya 10 perkara ; Terbitnya matahari dari sebelah barat, keluarnya binatang dari bumi (dabbah), keluarnya Dajjal, keluarnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya nabi Isya bin Maryam, keluarnya asap, 3 gempa ; di barat, timur dan di semenanjung tanah arab, akhir sekali keluarnya api dari Yaman yng menghalau manusia ke Mahsyar. Riwayat Abu Daud.


Namun, sebelum terbitnya matahari dari barat, ia akan didahului oleh waktu malam yang sangat panjang, hingga disebutkan bahawa seorang muslim telah mengerjakan solat malam hingga letih dan telah tidur hingga puas, namun subuh belum juga menjelang. Malam tersebut bersamaan dengan 2 atau 3 malam yang biasa kita lalui. Ini memberi peluang kepada setiap umat islam untuk beramal dengan sebanyak-banyaknya atau setidak-tidaknya bertaubat kerana apabila esok menjelang, matahari akan  terbit dari barat dan pintu taubat tertutup.... kemudian pada hari seterusnya matahari akan terbit dari arah timur macam biasa.  (Fathul Bari, Kitabur Riqaq juz II)


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، وَذَلِكَ حِينَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا ب


Dari Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW telah bersabda ; Tidak akan terjadinya kiamat sehinggalah matahari terbit dari barat, ketika ia terbit manusia semuanya beriman, dan ketika itu keimanan (baru beriman) tidak bermanfaat kepada seseorang. Hadis riwayat Bukhari.


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا، فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا، لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ


Dari Abu Hurairah RA beliau mendengar rasulullah SAW bersabda : "Kiamat takkan terjadi sebelum matahari terbit dari barat. Apabila manusia telah melihatnya (terbit dari barat), maka berimanlah seluruh penduduk bumi. Tetapi pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya, yang sebelumnya tidak beriman." Riwayat Bukhari  dan Ibnu Majah.


 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ، أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الْأَرْضِ


Dari ABu Hurairah RA Rasulullah SAW telah bersabda : 3 perkara jika ia telah muncul, maka tidak bermanfaat keimanan seseorang atau imannya bertambah baik iaitu terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dajjal dan munculnya Dabbatul Ardh (binatang). Hadis riwayat Muslim dan Tarmizi


Kiamat Versi Nasa


10 tanda besar kiamat

لَنْ تَكُونَ - أَوْ لَنْ تَقُومَ - السَّاعَةُ حَتَّى يَكُونَ قَبْلَهَا عَشْرُ آيَاتٍ: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ، وَخُرُوجُ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَالدَّجَّالُ، وَعِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ، وَالدُّخَانُ، وَثَلَاثَةُ خُسُوفٍ، خَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ تَخْرُجُ نَارٌ مِنَ الْيَمَنِ، مِنْ قَعْرِ عَدَنٍ، تَسُوقُ النَّاسَ إِلَى الْمَحْشَرِ " أبو داود


Tidak akan berlakunya atau tidak akan terjadi kiamat melainkan telah berlakunya 10 perkara ; Terbitnya matahari dari sebelah barat, keluarnya binatang dari bumi (dabbah), keluarnya Dajjal, keluarnya Yakjuj dan Makjuj, turunnya nabi Isya bin Maryam, keluarnya asap, 3 gempa ; di barat, timur dan di semenanjung tanah arab, akhir sekali keluarnya api dari Yaman yng menghalau manusia ke Mahsyar. Riwayat Abu Daud.


Wednesday, May 11, 2016

Israk & Mikraj - Kerajaan Allah yang teramat luas

Israk & Mikraj adalah perjalanan Rasulullah SAW menuju kepada kerajaan Allah SWT. Allah SWT telah menjemput Rasulullah SAW mengadapNya di Sidratul Muntaha. Jadi Rasulullah SAW secara tidak langsung merupakan tetamu kehormat kerajaan Allah di langit.


Sepertimana di dunia ini, apabila seseorang itu menjadi tetamu sesebuah kerajaan, dia akan disediakan kenderaan yang terbaik, tempat tinggal yang selayaknya, pengiring yang terbaik  dan layanan yang paling terbaik.


Begitu juga dengan Rasulullah SAW telah disediakan kenderaan yang terbaik, malah terpantas di dunia iaitu Buraq dan diiringi oleh ketua segala malaikat iaitu Malaikat Jibril. Layanan yang Rasulullah SAW terima adalah yang terbaik dan tercanggih melebihi apa yang boleh disediakan oleh mana-mana kerajaaan di muka bumi dewasa ini.


Menjadi kelaziman, apabila seorang tetamu kerajaan/negara datang bertamu, maka dia akan dibawa ke bilik gerakan, diterangkan tentang projek, kehebatan dan semua perancangan yang telah, sedang dan akan dijalankan oleh kerajaan tersebut kepada tetamu negara tadi.


Begitulah juga yang terjadi kepada Rasulullah SAW, ditemani oleh Malaikat Jibril sebagai pengiring rasmi, Rasulullah ditujukkan tentang kerajaan Allah SWT, kehebatannya, kebesarannya dsb.


Ditunjukkan tentang alam musyahadah (alam nyata) dan alam ghaib spt syurga neraka, alam barzakh, alam malaikat, para nabi-nabi, ditunjukkan orang yang baik serta kesudahannya, ditunjukkan orang yang jahat dan kesudahannya, dibentangkan kebesarannya, alam yang luas sejauh mata memandang.  Semua ini ditunjukkan kepada Rasulullah SAW sebgagai tetamu kerajaan Allah secara live bukannya dalam sebuah bilik gerakan yang sempit... menunujukkan betapa besar  dan hebatnya kerajaan Allah SWT .


Kemudian di bawa ke 7 petala langit yang belum pernah dilihat oleh manusia apatah lagi nak diterokai. Sedangakan planet-planet di langit duniapun belum diterokai pada masa itu dan tidak diketahui hakikatnya melainkan sebagai petunjuk untuk perjalanan di bumi. Sedangkan di sana terdapat banyak planet di alam semester (langit dunia) yang belum dapat diterokai oleh manusia, inikan pula ke langit yang seterusnya.


وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ (5)


Sesungguhnya kami telah hiasi langit dunia dengan lmpu-lampu (bulan/bintang/meteor dsb). Kami jadikannya sebagai pemanah kepada syaitan-syaitan (yang ingin mencuri rahsia langit ) dan kami sediakan kepada mereka azab neraka. ayat 5 Surah al-Mulk.

Buraq - kelajuannya sepantas kilat

Ketika peristiwa Isra Mi'raj diceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril menunggang makhluk bernama buraq, makhluk yang menjadi tanda tanya di kalangan umat Islam. Namun, mungkin tidak banyak umat Islam  yang mengetahui bentuk tunggangan tersebut, sehingga perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi.


Berdasarkan beberapa hadis dan pandangan umum, telah banyak yang menggambarkan makhluk tersebut.


Dalam masyarakat kita, banyak sekali gambar-gambar atau poster tentang buraq ini dalam pelbagai versi dijual di pasaran dan potretnya tergantung sebagai hiasan dinding di dalam rumah sebahagian daripada umat Islam. Biasanya adalah dari pasaran luar negara. 


Namun, yang paling menakjubkan mengenai makhluk tunggangan Nabi SAW tersebut adalah kepantasannya yang seperti kilat. Kepantasannya bahkan tidak dapat dijangkau oleh akal, sehingga buraq termasuk salah satu tanda kebesaran Allah SWT. 


Buraq berasal dari kata( الْبَرْقُbarqu yang bermaksud kilat. Namun, penggunaan istilah dari barqu yang bererti kilat menjadi buraq tersebut jelas mengandungi pengertian yang berbeza. Jika barqu itu adalah kilat, maka Buraq dapat diertikan sebagai sesuatu kendaraan yang kepantasannya seperti kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya. 


Istilah barqu yang bererti kilat tersebut disebt dalam beberapa surah dalam Al-Quran. 


 يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (20) 


Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, nescaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Kuasa atas segala sesuatu." ayat 20 Surah Al-Baqarah 


Melihat penamaan makhluk tersebut, Nabi Muhammad SAW seakan hendak menyampaikan kepada kita bahwa kendaraannya tersebut memang memiliki kepantasan kilat atau cahaya. Suatu kendaraan dengan kecepatan yang sangat jauh meninggalkan teknologi yang ada hingga sampai zaman ini.


Ini membuktikan perjalanan Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra dan Mikraj itu memang betul-betul berlaku dalam tempoh semalaman (singkat) kerana beliau menaiki kenderaannya yang kelajuannya  adalah sepntas kilat. 

Saturday, April 30, 2016

Dakwaan kesalahan tatabahasa dalam al-Quran


Q. Dr. Zakir, you said there is not any mistake in Qur’an. I see more than 20 mistakes in Arabic grammar, and I will tell you some of them. …(Arabic)… Which is right, Assabeun or Assabreen?






A. (Dr. Zakir): The brother has asked a very good question. ­­­­­­I would like to be more concordance – and agreeing, he has mentioned all 20 grammatical points. ­­­­­­And the book he is referring to, “Is the Qur’an infallible by Abdul Faadi”.


I will answer all 20 together, because I have read the book – I will answer all 20, Insha Allah… Insha Allah.  ­­­­­­Point No. 1 to be noted – that all Arabic grammar is taken from the Qur’an. ­­­­­­ Qur’an was the highest Arabic book – A book which has the maximum level of highest literature. ­­­­­­All the Arabic grammar has been derived from the Qur’an. ­­­­­­Qur’an is the textbook of grammar. ­­­­­­Since Qur’an is the textbook of grammar, and all the grammar is derived from the Qur’an, the Qur’an can never have a mistake.­­­­­­ Point No. 2 – It is like, you know… taking a ruler, and the ruler is there… has a measurement, and your saying the measurement is wrong – It sounds illogical. In different Arabic tribes, the grammar keeps on changing. ­­­­­­In some Arabic tribe, the word is feminine; the same word is even masculine in the other tribe. ­­­­­­Same word in different tribes – the grammar keeps on changing – Even the gender keeps on changing. ­­­­­­ So will you check Qur’an, with that faulty grammar? – No! ­­­­­­And further more, the eloquence of Qur’an is so high – It is so high, it is far superior. ­­­­­­And you know there are various books – On the Internet you go, 12 grammatical mistakes, 21 grammatical mistakes – Abdul Faadi – 20 grammatical mistakes. ­­­­­­Do you think the Christian people took out these mistakes? ­­­­­­Who took out these mistakes? – Do you know who took out? ­­­­­­The Muslims! The Muslim scholars like Zamak Sharif – what they did – that the Qur’an grammar is so high, that it goes against the conventional use of the Arabic. The Qur’an grammar is so high – To prove the Qur’anic grammar was high, they gave examples. ­­­­­­And I will give you a couple of examples, which will answer all his 20 questions. ­­­­­­They gave the example – like we read in the Qur’an, it says that… ‘The people of Lut Alaihis salaam, they rejected all the messengers.’ ­­­­­­‘They rejected the messengers’… it is mentioned. ­­­­­­ Dr. William Campbell said… ‘The people of Noah – they rejected the messengers.’ ­­We know from history that there was only one messenger sent to them – So it has a grammatical mistake. ­­Qur’an should have said – The people rejected the ‘messenger’ not ‘messengers.’ ­­­­­­I agree with you – with layman grammar like how you and I know, it may be a mistake. ­­­­­­But if you read the books written by Arabs – What is the beauty of the Qur’an? ­­­­­­The beauty of the Qur’an is – Why does the Qur’an refer ‘messengers’, instead of ‘messenger’? ­­­­­­You know why? ­­­­­­Because we know that the basic message of all the messengers, was same – That there is one God – AboutTawheed – About Allah Subhanawataala. ­­­­­­By mentioning, the people of Lut alaihis salaam… the people of Noah, rejected the messenger – It says, by rejecting Lut alahis salaam, they are indirectly rejecting all the messengers.’ ­­­­­­


See the beauty, see the eloquence… Alhamdulillah! (Praise be to Allah) ­­­­­­You may think it is a mistake – It is not a mistake. ­­­­­­ Similarly, people like Anis Shorrosh says, that Qur’an says‘Qun fa ya Qun…Be and it is’ – It should be ‘Qun fa qaana’ – ‘Be’ and it was. ­­­­­­Agreed – Past tense is Qun fa Qaana in Arabic – it is not Qun fa ya Qun. ­­­­­­But the Qun fa ya Qun is more superior – It says… Allah – it was, it is, and can do – Past, present and future. ­­­­­­



Sunday, April 24, 2016

Ketika Embrio berumur 42 hari

Hadist Rasulullah SAW


إذا مر بالنطفة ثنتان وأربعون ليلة بعث الله إليها ملكاً فصوًّرها وخلق سمعها وبصرها وجلدها ولحمها وعظمها[رواه مسلم]،


" Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah Swt mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging ,dan Tulang-belulang" (H.R Muslim)


Kami akan memperlihatkan serangkaian ilustrasi berserta uraiannya yang memperlihatkan proses tahapan perkembangan Embrio dan lebih terfokus lagi pada minggu kelima, keenam, dan ketujuh, kemudian kembali meninjau ulang agar kita dapat menyaksikan bukti yang meyakinkan antara keagunggan teks Hadist dan ilmu sains.


embrio1


Setelah melalui berbagai proses tahapan sejak masih berbentuk sperma hingga berevolusi menjadi Embrio pada minggu keenam (42 Hari), maka kami menyimpulkan bahwa Embrio tidak akan terbentuk (wujud manusia) setelah melalui 42 malam.


embrio2


Gambar Asil dari embrio yang berumur lima minggu dan kita tidak meliahat adanya bentuk struktur manusia, dan para ilmuwan mengatakan bahwa majoriti dari spesies-spesis Hewan juga berbentuk serupa(dengan gambar diatas) dengan umur yang sama pula. Dan dengan keterangan tadi dapat  kita simpulkan bahawa pada umur ini Embrio belum mencapai kesempuraan betuk Manusia, dan kita tidak menemukan bentuk telinga, mata, kulit, dan tulang.


Gambar embrio ketika berumur 47 Hari, dan kami berkesimpulan bahwa bentuk ini telah mensimulasikan wujud manusia dan semakin jelas lagi ketika mata, telinga telah memperlihatkan bentuknya, dan juga kita meliahat dua telinga dan mata, serta lapisan kulit, semua itu telah membentuk wujud manusia sejak akhir minggu keenam. Indikator-indikator ini sangat tampak jelas pada minggu ketujuh, dan Jantung Embrio mulai berdenyut jelas sejak minggu keenam.


embrio3


 Gambar perbandingan antara Embrio berumur lima minggu dan embrio yang berumur tujuh minggu. Lihatlah perbedaan paras, ukuran, dan bentuk tubuh ke dua embrio ini, dan bagaimana embrio dapat membuahkan struktur rupa manusia hingga sejelas ini.


Para Ilmuwan memaparkan tentang Embrio yang memasuki minggu keenam atau berumur 42 hari, yang pada waktu ini Embrio mulai memberi respon berbagai suara di sekitarnya dan bereaksi atasnya.


Para saintis lebih menekankan lagi bahawa umur 42 hari dan setelahnya adalah tahap pemisah antara fasa embrio tatkala belum berwujud sempurna dan fase embrio ketika telah berwujud manusia. 


During the sixth week after fertilization the unborn child can respond to local tactile stimulation by reflex movements. At the end of the sixth week, the unborn child is clearly recognizable as a human being by gross morphological observation.   


embrio4


 (pada minggu keenam setelah pembuahan, embrio mulai mampu merespon sensai sentuhan melalui pergerakan refleks. Pada akhir-akhir minggu keenam, Embrio sudah bisa dikatakan telah berwujud manusia, dan demiikianlah yang tampak sejak dalam penelitian)


Juga kita lihat perkataan mereka di situs yang berbeda:


The brainwaves have been noted at 43 days. Dr. Stiff has noted that electroencephalographic waves have been obtained in forty-three to forty-five day old fetuses, and so conscious experience is possible after this date.


 (Gelombang otak telah bertindakbalas ketika Embrio berumur 43 Hari, dan Dr. Stiff juga  telah mengesan Gelombang yangmuncul dari otak ketika Embrio berumur sekitar 43-45 Hari. Maka keterangan  ini sangat memungkinkan untuk diperhitungkan setelah Umur ini.


embrio5


Embrio berumur Enam Minggu ketika mulai  berbentuk manusia dan memancarkan gelombang dari otaknya menyerupai prinsip kerja pada sebuah Mekanisme. Dan dari prinsip kerja inilah banyak kajian-kajian penelitian terinspirasi pada metode kerja sel-sel dalam otak dan memungkinkan hal ini (gelombang otak) juga berkaitan dengan peniupan Roh Manusia pada tahapan ini, Wallahu 'Alam. Cobalah amati sejenak proses terbentuknya kedua mata, Ilmuwan menegaskan bahwa minggu keenam adalah Umur dimana kedua mata mulai terbuka pada Embrio, maka tersingkaplah kebenaran Sabda Rasulullah Saw: "..membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan.."


Adapun Mata Embrio mulai tampak pada Hari ke-42 dan kita menemukan perkataan Keith Moore Ilmuwan embriology yang terkenal:


The eye is obvious, About day 42 after fertilization (Moore, p 99).


(Mata Embrio mulai tampak jelas kurang lebih setelah 42 hari setelah pembuahan) setelah berlalunya 42 hari dengan mulus dan sempurnah maka muncullah fenomena perkembangan Kedua mata dan telinga dengan kecepatan perubahan yang fantastik, Mereka (Ilmuwan Embriology) berkata:


embrio6


The eyes are developing rapidly, The ears are developing rapidly, 7th week after conception (Rugh, p 52). http://www.sfuhl.org/k_appendix_1_sixth_week.htm


(Mata dan telinga akan berkembang pesat pada minggu ketujuh (setelah sperma berlalu selama 42 malam) yang menunjukkan pada Akhir minggu ketujuh, di mana embrio berevolusi membentuk wujud Manusia tepat pada waktu itu)


Bertepatan Hadist Rasulullah tatkala bersabda: "Jika Sperma (Air Mani) telah berumur 42 malam, Allah SWT mengutus Malaikat untuk membentuknya kemudian memberikannya pendengaran, penglihatan, kulit, daging dan Tulang-belulang" (H.R Muslim)


Cobalah lihat gambar Embrio (kanan) yang berumur 41 hari, pada gambar ini kita hampir tidak  melihat indikator bahwa Embiro ini adalah manusia, tetapai tatkala memasuki hari ke-44 Embrio secara langsung akan berevolusi membentuk struktur tubuh manusia. Maka dari itu pada gambar (kiri) kita telah melihat wujud manusia pada Embrio sekaligus kedua mata dan telinga dengan jelas serta kedua kaki, tangan dan jemari-jemari. Maka Segala puji bagi Allah SWT !


etelah jumlah Penguguran kandungan semakin meningkat di barat, maka timbulnya kesedaran di kalangan saintis untuk meneliti tahap umur embrio yang dibenarkan  untuk digugurkan supaya tidak terjadi pengguguran kandungan setelah Embiro terbentuk, maka pada akhirnya mereka menemukan bahwa akhir minggu keenam dan awal minggu ketujuh (ketika Embrio berumur 42 hari) adalah waktu dimana timbulnya gelombang otak pada Embrio sekaligus menjadi Waktu permulaan kehidupan Manusia.


Saya maupaun Anda sekalian (yang telah  mengetahui) akan mengingat beberapa perkataan para Fuqaha kita  yang berdalilkan dari Hadist Nabi Muhammad Saw tadi, bahwasanya terdapat larangan keras Pengugguran melebihi tempoh waktu setelah 42 malam berlalu, dan terdapat kemungkinan dibolehkannya melakukan penguguran sebelum tempoh tersebut jika terdapat tuntutan keharusan melakukan Penguguran. Semua  ini menujukkan kebenaran Nubuwat bahawa peniupan Roh ke dalam tubuh Embrio pada umur ini, dan semakin jelas ketika Gelombang otak tersebut muncul pada umur ini (42 hari), begitu juga dengan detik jantung,  seakan-akan terdapat perkaitan antara Roh, Otak dan jantung, Wallahu 'Alam !


embrio9


Gambar Asli sebuah Embrio ketika berumur 42 hari, pada umur ini Embrio mulai berbentuk manusia, mari kita perhatikan ukurang kecil ini, walau demikian ukuran itu telah dianggap sebagai manusia sepenuhnya, dan berikut kesimpulan para peneliti tentang larangan Penguguran setelah Umur ini karena Embiro telah dianggap sebagai manusia seutuhnya.


Embrio (berbentuk bayi) melatih diri dengan mengisap jarinya sebagai persiapan memasuki Alam Dunia  sehingga dapat langsung menetek ke ibunya, Maha suci Allah yang mengajarkan Bayi ini apa yang tidak diketahuinya seperti dalam FirmanNya:


(وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ) [النحل: 78].


Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (An-Nahl: 78)


Kemudia timbul pertanyaan, apa maksud dari ayat ini ? Jawabannya Adalah: bahwa Sesungguhnya ayat ini  menjelaskan perubahan-perubahan dasar (Embrio) yang terjadi setelah berlalunya 42 hari secara utuh dan sempurna, dan pada hari ke-43 otak mulai melepaskan gelombang yang bisa merespon pergerakan disekitarnya melalui sensai dan perasaan,


Sesungguhnya Firman ini mengisyaratkan tentang Roh yang sedang menyesuaikan pergerakannya dalam tubuh Embrio, dan juga membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mendahului Para Ilmuawan Barat mengenai perkara yang sangat kompleks sekali, yang mustahil manusia biasa mampu meramalkan hal ini jauh sebelum 14 Abad berlalu.


Sumber : internet

Saturday, April 23, 2016

Fasa pemerintahan umat Islam

Dalam satu hadis, Rasulullah SAW menyebut bahawa umat Islam akan melalui 5 fasa pemerintahan sepanjang zaman. Bermula dengan pemerintahan zaman kenabian iaitu zaman Rasulullah SAW sendiri, zaman Khulafa' Ar-Rasyidin, zaman kerajaan berdasarkan dinasti atau monarki, zaman pemerintahan pemimpin yang zalim dan zaman pemerintahan mengikut pemerintahan zaman nabi, kemudian akan berlakulah kiamat.


 تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكاً عاضاً، فيكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها الله إذا شاء أن يرفعها، ثم يكون ملكاً جبرياً، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ، ثم سكت. رواه أحمد


“Akan datang kepada  kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad]
Hadis diatas diriwayatkan Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5)


1. Zaman Pemerintahan Rasulullh SAW.


Zaman ini telah berlalu iaitu selama 10 tahun di Madinah al-Muawwarah. Pada zaman tersebut, umat Islam telah diperintah Rasulullah SAW sendiri, secara Islam dan mengamalkan hukum Islam dalam sistem pemerintahannya.


2. Zaman Pemerintahan Khulafa' Ar-Rasyidin


Zaman pemerintahan Khulafa' Ar-Rasyidin selama 30 tahun. Saidina Abu Bakar As-Siddiq 2 tahun, Umar al-Khattab (10 tahun), Uthman bin Affan (12 tahun) dan Ali bin Abu Thalib (6 tahun).


Pada zaman ini, khaliafah dipilih melaui sistem Syura dan menjalankan hukum dan pemerintahan Islam.


الخلافة ثلاثون عاماً ثم يكون بعد ذلك الملك، قال سفينة: أمسك؛ خلافة أبي بكر سنتين ، وخلافة عمر عشر سنين، وخلافة عثمان اثنتي عشرة سنة وخلافة علي ست سنين" رواه أحمد (حديث 21919) وأبو داود (4647)، والترمذي (2226) وابن حبان (6943) وغيرهم، وقال الترمذي : هذا حديث حسن


3. Zaman Pemerintahan Kerajaan yang mengigit


Kemudian, tibalah zaman pemerintahan kerajaan yang mengigit. Menurut ulama' maksud mengigit ini ialah mereka tidak mahu melepaskan kuasa pemerintahan, terus mahu memegang tampuk pemerintahan lalu diserahkan kepada keluarga mereka masing-masing atau dengan bahasa mudahnya dinamakan Dinasti @ Monarki.


Zaman ini dimulai oleh Muawwwiyah bin Suffian yang telah mengasaskan Kerajaan Bani Umaiyyah. Apabila beliau hampir mati, maka tampuk pemerintahan diserahkan kepada anaknya, Yazid bin Muawwiyah dan seterusnya kepada digilir-gilir di kalangan ahli keluarga mereka sahaja tanpa menggunakan sistem Syura.


Kerajaan Bani Umaiyah 661 masihi sehingga tahun 750 masihi (89 tahun)

umaiyah



Khalifah di Cordoba (755 - 1492 @ 737 tahun)


Di antara khalifah di Cardova...

spain


Khalifah Abbasiyyah Baghdad ((750-1517  767 tahun))


abasiyyah


Kerajaan Uthmaniah (1299 - 1924  625 tahun )

Kerajaan ini berpusat di Turki.

ottoman


4. Zaman Pemerintahan kerajaan diktator/otokrasi

  Zaman ini di mana kita berada sekarang, kezaliman, kejahatan dan tipu muslihat berleluasa. 

5. Zaman Pemerntahan berdasarkan pemerinthan nabi

Zaman ini adalah fasa yang terakhir, bermula dengan pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa dan berakhir dengan kewafatan kedua-dua tokoh tersebut.


Suasana pada zaman tersebut adalah sangat berkat, binatang buas boleh berkawan dengan kambing, zakat tidak dapat diagihkan kerana tiada seorangpun yang mahu menerimanya kerana semuanya sudah kaya raya, tiada kemungkaran, tiada pertelinggahan di antara 2 org, tumbuhan subur sehinggakan sekelompok manusia kekenyangan makan hanya sebiji delima dan kulitnya boleh dibuat payung... betapa besarnya delima tersebut !!! Itulah bumi yang berkat.. 


Kemudian semua orang beriman akan dimatikan oleh Allah dengan datangnya angin nyaman dari Yaman. Hanya tinggal orang kafir sahaja di muka bumi ini. Kemudian terjadilah kiamat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Monday, April 18, 2016

Isra' dan Mikraj

Peristiwa Isra' dan Mikraj merupakan mukjizat Rasullulah SAW yang berlaku di malam hari ketika manusia sedang dibuai mimpi. Peristiwa yang sangat mengemparkan ini berlaku ketika Rasulullah SAW dalam keadaan sedih setelah kematian isterinya dan bapa saudara yang banyak membantu dan melindunginya dalam menyampaikan dakwah Islam. 


Allah telah menjemput Rasulullah SAW mengadapnya secara langsuang di Sidratul Muntaha untuk menyampaikan sendiri perintah Solat kepada umat Muhammad SAW. Dalam pada itu, banyak pengajaran dan isu-isu yang tersurat di sebalik peristiwa ini.


Peristiwa Isra' Mikraj yang berlaku di zaman Jahiliyyah atau di awal perkembangan Islam ini, telah memberi ujian dan cabaran yang besar kepada Rasulullah SAW untuk menyakinkan seluruh manusia bahawa peristiwa tersebut benar-benar telah berlaku,  bukan sekadar sebuah cerita yang enak didengar.


Sesungguhnya peristiwa ini memang sukar untuk dibuktikan melalui penyelidikan oleh para saintis sama ada pakar sains angkasa atau mana-mana pakar yang mempunyai kelengkapan yang paling canggih sekalipun....

Tuntutlah Ilmu sejak dari Buaian

Ramai penceramah mengatakan bahawa perkataan atau frasa di bawah yang amat popular adalah hadith Rasulullah SAW dalam bab galakan dalam menuntut ilmu.


اطلبوا العلم من ا لمهد إلى اللحد


"Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat"


Sebenarnya frasa di atas adalah cuma kata-kata hikmah sahaja, bukannya hadis Rasulullah SAW. Sila rujuk di sini atau di sini


Kata-kata hikmah  tersebut mengalakkan kita menunut ilmu sejak buain lagi. Maknanya proses pembelajaran itu bermula sejak seseorang itu dilahirkan di dunia. Jadi perkataan buaian diterjemahkan sebagai buaian bayi. Lojiknya semua bayi akan menikmati buaian tidak kira miskin atau kaya.....Benarkah ? Jadi, proses menuntut ilmupun bermula sehingga seseorang itu mati. Lewatnya......


Jelasnya, pendapat ini tidak tepat. Perkataan al-mahdi (buaian) hendaklah diterjemahkan sebagai rahim ibu. Bayi yang berada di dalam rahim ibunya akan merasa seperti berada dalam buaian bergantung kepada pergerakan ibunya. Mungkin anda masih teringat tentang surah-surah pilihan yang sunat diamalkan oleh ibu-ibu yang hamil, menjaga bercakapan dan perangai dan selalu membelai anak di dalam rahimnya. Semua ini bertujuan untuk mendidik bayi tersebut supaya menjadi anak yang baik dan soleh apabila dilahirkan ke dunia kelak. Jadi, pendidikan itu bermula sejak dari alam rahim lagi.


Tambahan pula, kalau kita baca dan lihat tentang rencana di majalah, tv atau internet, ramai bakal ibu memberi pendidikan bayinya sejak dalam buaian lagi. Misalnya meletakkan alat hiburan (earphone) ke perutnya dengan harapan bayinya dapat bertindakbalas dan mnegenali muzik. Ini juga merupakan satu pendidikan......  


Jelaslah bahawa pendidikan itu bermula sejak bayi masih berada di dalam alam rahim lagi.


Oleh itu para bakal ibu hendaklah menjaga tuturbicara dan tingkahlaku mereka kerana semua itu akan diikuti oleh bayi mereka apabila mereka lahir kelak. Banyakkan membaca atau mendengar al-Quran, berzikir dan memohon keampunan daripada Allah SWT. Di antara surah-surah yang sunat diamalkan ialah surah Ar-Rahman, surah Maryam, surah Yusof, surah Yaasin,surah at-Taubah, surah Luqman, surah an-Nahl dan surah al-A'raf.

Pendapat Ulama tentang Imam Mahdi

عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ ». قَالَ زَائِدَةُ فِى حَدِيثِهِ « لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ ». ثُمَّ اتَّفَقُوا « حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ رَجُلاً مِنِّى ». أَوْ « مِنْ أَهْلِ بَيْتِى يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِى وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِى ». زَادَ فِى حَدِيثِ فِطْرٍ « يَمْلأُ الأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا ».


Dari Dzar dari Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda : "Sekiranya dunia hanya tinggal sehari sahaja (sebelum qiamat) nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya spt namaku, nama bapanya spt nama bapaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman. Hadith riwayat Abu Daud dan Turmizi.


Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata : "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; "Akan lahir dari umatku seorang lelaki yang menyeru dengan sunahku, Allah menurunkan hujan dari langit untuknya, bumi mengeluarkan kasil dan darinya buni dipenuhi dengan kedurjaan dan kekejaman. Ia memerintah umat ini selama tujuh tahun dan akan berada di baitul Maqdis. Hadith riwayat At-Tabarani.  


Di antara tanda-tanda besar Qiamat ialah munculnya Imam Mahdi yang akan memerintah dunia ini dengan keadilan ketika dunia dicengkam oleh kejahatan kerana turunnya Dajjal. Walau bagaimanapun terdapat setengah-tengah pihak yang mempertikaikan kemunculan Imam Mahdi. Mereka berpendapat ia adalah perkara dongeng yang sengaja dicipta oleh orang-orang Yahudi dan Syiah.  


Sesungguhnya kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman telah diyakini dan diimani oleh golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah berdasarkan ramai tokoh-tokoh utamanya meriwayatkan hadith tentang Al-Mahdi. Di antara mereka ialah Abu Daud, At-Turmizi, Ibnu Majah, Imam Ahmad, At-Tabarani, An-Nasaie, Ibnu Hibban, Muslim dan Al-Bukhari (rujuk hadith di atas).


Di samping itu, hadith-hadith mengenai kemunculan Al-Mahdi turut diriwayatkan oleh para sahabat utama Rasulullah SAW spt Ibnu Mas’ud, Ummu Salamah, Saidina Ali krw, Tsuban, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Saidina Uthman Affan, Qurah bin Qias, Huzaifah Al-Yaman, Ammar bin Yassir, Anas bin Malik, Abdul Rahman bin Auf dsb.  


Berikut adalah beberapa pendapat ulama Ahli Sunnah Wal Jamaah mengenai persoalan mengenai kemunculan Imam Al-Mahdi di akhir zaman secara ringkas.




  1. AI-Imam Abu Hanifah menjelaskan di dalam kitabnya Feqhul Akbar bahawa segala tanda-tanda hari qiamat adalah semuanya benar menurut hadits-hadits Rasulullah SAW dan salah satu di antara tanda-tandanya ialah kemunculan Imam Mahdi.



  1. Ibnu Katsir menjelaskan, “Menurut pendapat yang jelas bahawa di antara Imam yang memimpin manusia itu ialah Al-Mahdi yang telah diberitahu oleh hadits-hadits yang diriwayatkan dan Rasulullah SAW yang menyebut perkara itu. Bukannya yang ditunggu­-tunggu oleh golongan Rafidhah, di mana menurut dakwaan mereka Mahdi itu telah dilahirkan kemudian akan muncul pula dan satu gua di Samira’ di dalam negeri Iraq. Pendapat ini tidak ada kebenarannya.”
     

  2. Ibnu Hajar AI-Asqalani menyebut di dalam Fathul Bari (syarah sahih Al-Bukhari), “Telah berkata Abul Hussein Al-Aburie di dalam kitabnya Manaqib As-Syafie,” Telah menjadi khabar mutawatir bahawa Al-Mahdi itu lahir dari kalangan umat ini.”


   4. Tersebut di dalam Sahih Muslim Masykul juzu’ kelapan m.s 185 hadits Rasulullah SAW, 

Di akhir umatku kelak ada seorang khalifah yang membahagi-bahagikan harta tanpa mengira-ngira.”


     5. Imam At-Tunmizi dan Abu Daud menyebut yang dimaksudkan seorang khalifah itu ialah Al-Mahdi. Dan mereka telah sepakat berkata bahawa hadits-hadits ini adalah hassan dan sahih. Dalam kitab Tuhfah AI-A’laie Fi UImu Tauhid m.s 42,


"Dan bahawasanya turun Nabi Isa ketika Dajal mengepung Mahdi serta pengikut-pengikutnya dalam kota Baitul Maqdis. Maka turun Nabi Isa AS daripada langit atas menara sebelah timur masjid Syam dan pergi ke Baitul Maqdis maka ia membunuh Dajal dengan lembing dan Dajal hancur dengan semata-mata melihat Nabi Isa seperti hancur garam di dalarn air. "


    6. Ibnu Hajjar Al-Haitami menyebut di dalam kitabnya Fathul Mubin Li Syarah Al-“Arbaiin : “Bahawa Nabi Isa AS tuurn diakhir zaman memusnahkan salib dan membunuh babi sebgaimana tersebut dalam hadith sahih dan ia membunuh Dajjal, ia turun ketika solat Subuh dan berjemaah di belakang Al-Mahdi”.

  1. Tersebut di dalam kitab Mastika Hadits Rasulullah SAW yang diterbitkan oleh Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia dalam bab Beriman Kepada Hari Akhirat,


“Sayugia diingat, bahawa hadits-hadits berkenaan dengan zahinnya Mahdi, keluar Dajal, dan turunnya Nabi Isa AS adalah hadits-hadits yang sampai kepada martabat hadits mutawatir, demikianlah ditegaskan oleh ulama hadits.”




  1.  Syeikh Daud bin Syeikh Abdullah Al-Pattani menyebut di dalam kitabnya Darus Tsamin m.s 69.


(Dan ketiganya) daripada tanda qiamat yang akan datang daripada beberapa tanda yang besar seperti keluar Mahdi...”




  1. Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Minhajul Sunnah An-Nabawiyah juzu’ 4 m.s 211 menyebut,


“Sesungguhnya hadits-hadits yang menyebut zahirnya Imam Mahdi adalah terdiri drp hadits-hadits sahih yang telah diriwayatkan oleh A1-Imam Abu Daud, Turmizi, Imam Ahmad dan lain-lain.”


 Kemudian Ibni Taimiyah menyebut pula bahawa Al-Mahdi itu daripada keturunan Sayidina Hassan bin Ali dan bukannya daripada Sayidina Hussin bin Ali sebagairnana yang disebutkan oleh Sayidina Ali r.a (riwayat Abu Daud).




  1. Dalam kitab Al-Manarul Munif Fi Sahihi Wad Dha’if karangan Ibni Qaiyim Al-Jauziyah,


“Orang-orang Islam telah bersalah faham pada perkara Al-Mahdi di atas 4 qaul, dan kebanyakan hadits-hadits itu menunjukkan bahawa Al-Mahdi itu seorang lelaki dari ahli bait Rasulullah SAW dan keturunan Sayidina Hassan bin Ali yang keluar pada akhir zaman kelak. Bahawa dunia ini sedang penuh dengan kezaliman dan kejahatan, maka Al-Mahdi itu memenuhkan bumi dengan keadilan dan kebajikan.”

Langit dan bumi asalnya bercantum - Teori Big Bang

Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:


 أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ (30)


"Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (Al Qur'an, 21:30)


Peristiwa Big Bang, kata Harun Yahya, mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.


Menurut Wikipedia, ledakan dahsyat atau dentuman besar (Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.


Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.



Kata "ratq" yang di sini diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.


Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita fahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.


bigbang


Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.


Sumber